Tahi Lalat Enrique Iglesias “Kotoran” Pemanis Penampilan

Eits…jangan terlalu fokus sama judulnya ya…. Karena tulisan berikut bukan pingin membahas si ganteng maut Enrique Iglesias , tapi TAHI LALATnya… kalo mau baca tentang si Enrique-nya, ke PEREZHILTON.COM aja kalee…

Artikel yang berjudul “Tahi Lalat Enrique Iglesias ‘Kotoran’ Pemanis Penampilan” adalah karyaku yang pernah dimuat di harian Pikiran Rakyat rubrik Cakrawala….enjoy, dan semoga bermanfaat:

TAHI LALAT ENRIQUE IGLESIAS “KOTORAN” PEMANIS PENAMPILAN

TAHI lalat bukanlah sesuatu yang aneh bagi kita. ‘Dia’ selalu mengikuti kemanapun kita pergi, karena memang dia adalah bagian dari tubuh kita. Tahi lalat atau nevus pigmentosus merupakan pertumbuhan kulit yang kecil, biasanya berwarna coklat tua atau hitam, kadang ada juga yang merah ataupun kuning coklat. Benda itu berasal dari sel-sel penghasil pigmen melanosit di kulit.

Ita Purnamasari, Lidya Kandouw, adalah sedikit dari deretan nama artis yang diingat panggemarnya karena kekhasan tahi lalatnya, dan juga menambah manis penampilan mereka. Maka tak heran bila ada orang yang rela untuk menambahkan tahi lalat palsu demi mempercantik wajahnya.

Selain itu, tahi lalat dapat mengungkap identitas pelaku kejahatan dengan ciri khas letaknya di salah satu bagian tubuhnya. Juga dapat membedakan mana Rinu dan Rino yang kembar dengan memperhatikan keberadaan tahi lalatnya.

Tahi lalat yang banyak tersebar di seluruh permukaan kulit tubuh kita juga seringkali digunakan para peramal untuk memprediksi karakter, masalah cinta, kehidupan seks, dan masa depan seseorang.”Letak tahi lalat di perut sebelah kanan, menurut alam bawah sadar kami, adalah seseorang dengan gairah seks yang tinggi, dan untuk itu, dia perlu orang yang bisa menyeimbangi kemampuannya,” ujar seorang peramal maya mengenai letak tahi lalat yang ada di perut sebelah kanan.

Tahi lalat, atau dalam bahasa ilmiahnya sering disebut nevi, bukan hanya sesuatu yang manis dan menyenangkan, tetapi dia juga berpotensi untuk menjadi ganas dan liar. Tahi lalat dengan gejala tertentu dapat menyebabkan Melanoma maligna atau kanker kulit.

Munculnya tahi lalat pada manusia bukanlah proses yang dapat diduga dan tidak sesederhana meletakkan butiran kecil di kulit. Tahi lalat disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan abnormal dari sel-sel pigmen melanosit yang letaknya ada di bawah kulit di bagian yang lebih dalam.

Keabnormalan ini tidak perlu ditakuti karena semua orang mengalaminya dan itu adalah normal. Umumnya tahi lalat muncul pada masa anak-anak hingga usia 20 tahun, tapi ada juga yang terbentuk selama proses perkembangan janin yang disebut dengan congenital melanonev. Bahkan ada pula yang baru tampak di usia 40 tahun.

Dalam perkembangannya, tahi lalat ini awalnya agak berwarna gelap dan tampak datar, semakin kita dewasa dapat semakin membesar serta mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Kemudian menjadi menonjol dan kadang ada yang ditumbuhi rambut.

Adapun bentuk tahi lalat itu ada yang oval, bulat, tidak simetris dan macam-macam. Permukaan tahi lalat juga bervariasi, ada yang halus, ada pula yang kasar. Jumlah tahi lalat tiap orang berkisar antar 10 sampai 40 unit, bahkan ada yang memiliki hingga 100-an tahi lalat.

Ternyata, orang yang sering berjemur di bawah terik matahari memunyai kecenderungan memiliki lebih banyak tahi lalat. Pada wanita hamil, selama proses kehamilannya berlangsung, tahi lalat dapat tumbuh membesar serta bertambah gelap karena sel-sel pigmen memberikan respons terhadap kadar hormon.

Selain itu, faktor bawaan, usia dan hormon dapat juga memunculkan tahi lalat yang cukup besar, yang lebih dikenal dengan istilah ‘tompel’. Tompel dapat mengganggu penampilan seseorang apalagi jika berada di bagian wajah. Tahi lalat yang membesar itu biasanya juga diikuti keriput pada usia di atas 50 tahun.

Kaganasan nevi harus diwaspadai jika ukurannya bertambah besar, warnanya bertambah gelap atau tidak merata (tidak homogen), mengalami peradangan, perubahan warna dalam bentuk bintik-bintik, bentuknya tidak rata (tidak simetris), begitu juga dengan permukaannya, terjadi pendarahan, luka terbuka, gatal, nyeri, terletak pada bagian tubuh yang sering terbentur, tertekan, tergosok, atau tergores (seperti pada tangan, siku, telapak kaki), kemudian juga tempatnya tersembunyi di tempat yang tidak mudah dipantau (seperti di kulit kepala), atau juga kulit kita sering terpapar sinar matahari.

Menurut dr. Warih Andan Puspitosari, tahi lalat dengan gejala seperti di atas dapat berkembang menjadi tumor jinak atau kanker kulit (melanoma maligna). Melanoma maligna adalah yang paling berbahaya karena cepat menyebar melalui pembuluh darah, cepat berkembang biak di alat vital dan cepat pula menimbulkan kematian. Maka jika kita sudah mengenali adanya tanda-tanda seperti di atas, yang kemungkinan masih ditemukan di stadium awal dan secepatnya diobati, insya Allah bisa sembuh total. Kemudian jika masih ragu, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter kulit, apakah tahi lalat tersebut perlu diangkat (tentunya dengan operasi) atau tidak.

Dr. Warih Andan Puspitosari (Buku Mari Kita Tanya Dokter, 1985) mengemukakan, sebenarnya mudah saja bagi kita untuk menghindari kanker kulit, asalkan memang kita berniat dan tidak melakukan sesuatu dengan berlebihan, terutama dalam hal berjemur. Sebaiknya hindari sinar matahari dari jam 10.00 sampai 15.00 karena pada saat itu, matahari sedang mamancarkan sinarnya yang paling kuat.

Pemancaran sinar matahari ini dapat diminimalisir dengan memakai baju panjang, lebar, dan nyaman untuk mencegah sinar matahari membakar kulit. Kemudian memakai topi dengan pinggiran lebar dan berkacamata, menggunakan tabir surya (sunblock) yang dibubuhkan pada kulit wajah sekitar 1 jam sebelum keluar ruangan.

Hal yang perlu diingat adalah pada cuaca mendung atau cahaya datang tertutup awan atau berada di area perairan yang dalam, kulit kita tetap dapat terbakar. Jadi, jangan meremehkan saat kita berenang.

Memeriksakan kulit juga hal yang sangat penting. Ada baiknya menyediakan waktu sekali dalam sebulan untuk mengecek kulit dari ujung kepala sampai ujung kaki. Waktu yang paling tepat adalah sehabis mandi, dengan menggunakan kaca kecil, kita dapat mengamati apakah ada bintik-bintik baru di kulit tersembunyi seperti di bagian atas kepala sampai bokong. Kemudian periksa juga apakah ada perubahan pada tahi lalat yang sudah ada.

Kebersihan perorangan juga hal yang tidak dapat ditinggalkan, perhatikan seluruh tubuh bahkan sampai organ kelamin. Membuang tahi lalat yang berisiko dengan ciri letak seperti disebutkan sebelumnya, tidak perlu dibuang semua sisakan satu atau dua untuk menunjang penampilan.

Terakhir, jika ada perubahan bentuk pada tahi lalat, secepatnya periksakan diri ke dokter kulit sehingga penanganan dini dapat segera dilakukan. Selamat menjaga kesehatan kulit Anda, semoga tahi lalat anda dapat ditangani lebih dini.(PR)

Sri Nurilla Fazari, Mahasiswa Dept. Biologi 2001 ITB

_______________________________________________________________________________________________

Tapinya, si Enrique Iglesias ini sekarang udah ga pake tahi lalat lagi…udah diilangin sama dia….niy fotomorfosis before after nya:

BEFORE:

AFTER:

Yeah right…ga ada yang berubah siy ya….masiy tetep aja cakep…

Leave a Comment

Ganja Ungguli Serat Baja?

“Ganja Ungguli Serat Baja” adalah salah satu artikelku yang sudah dimuat di harian Pikiran Rakyat. Coba googling aja nama “sri nurilla fazari”, pasti banyak yang muncul artikel-artikelku yang udah pernah dimuat, meski ada beberapa artikelku yang sudah tidak bisa diakses di google…dan artikel ini, ketika aku googling, banyak yang membuatnya untuk rujukan, baik di blog-blog pecinta tanaman, blog seorang pendidik, ataupun diskusi mengenai ganja….selamat membaca, semoga bermanfaat ya…

“Ganja Ungguli Serat Baja?”

MARIJUANA, ganja, narkotik, hemp, hashish, merupakan segudang nama untuk satu tanaman yaitu Cannabis sativa. Tentu saja nama-nama di atas sudah tidak asing bagi orang-orang di dunia. Hampir di berbagai media massa maupun elektronik selalu ada saja kasus yang berkaitan dengan ganja, bahkan banyak film-film yang mengupas tentang ganja ataupun narkotik ini.

Cannabis sativa merupakan jenis tanaman herba tahunan yang tingginya dapat mencapai 4 meter. Adapun batang dewasanya kaku dan berserat, susunan daunnya oposit, dan menjadi alternatus di akhir cabangnya, sedangkan tiap daunnya berbentuk palmatus (menjari). Bunganya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang karena kecil, hanya sekira 0,5 cm dan tersembunyi, serta berwarna hijau yang rancu dibedakan dengan warna daunnya. Berbagai varietas tanaman ganja ini ada yang hanya memiliki bunga betina, bunga jantan, dan ada juga yang memiliki kedua jenis kelamin bunga. Kantong sari bunga jantan melepaskan pollennya dengan bantuan angin ketika akan melakukan persarian dan fertilisasi.

Tanaman ganja merupakan tanaman asli daerah tropis di Asia. Kini sudah ditanam hampir di berbagai negara di dunia dengan beragam kondisi iklim dan tanah. Perbedaan iklim dan varietas khusus memengaruhi akan apa yang dihasilkan Cannabis sativa ini. Serat dihasilkan dari varietas Cannabis sativa yang tangkainya panjang, cabangnya sedikit, dan hanya menghasilkan sedikit biji, selain itu juga tumbuh subur pada iklim dengan temperatur yang tidak ekstrem, dan bercurah hujan sekira 670 mm/tahun.

Sedangkan minyak dihasilkan dari varietas yang pendek, matang lebih awal, dan menghasilkan banyak biji. Dan penghasil obat atau drug, tanamannya pendek, bercabang banyak, dengan daun-daunnya yang hijau tua.

Ketiga jenis varietas ini dibedakan berdasarkan tinggi tanaman, banyak cabang, dan karakteristik lainnya. Bahkan laporan penelitian Central Asia, Hindustani, and Eurosiberian Centers of Diversity menyebutkan, tanaman ini tahan terhadap berbagai penyakit, kekeringan, jamur, pH yang tinggi maupun rendah, serangga, laterit, myobacteria, tanah yang kurang subur, berbagai kemiringan, dan juga hadirnya rumput-rumput liar.

Secara umum, marijuana alias ganja tumbuh subur di area yang fertil (subur), tanahnya kaya akan nutrisi dan bersifat netral atau sedikit alkalis. Berdasarkan catatan statistika Cool Temperate Steppe to Wet through Tropical Very Dry to Wet Forest Life Zones dituliskan, marijuana toleran pada kondisi alam dengan curah hujan antara 300 – 4.000 mm/tahun dengan curah hujan optimum 99 mm/tahun, temperatur tahunannya antara 6 – 27 oC dengan suhu optimum 14,4 oC, dan pH antara 4,5 sampai 8,2 dengan pH optimum 6,5.

Pertama kali tanaman hemp ditumbuhkan di Cina sekira 500 tahun yang lalu. Saat ini hampir semua ngara di dunia menanamnya. Dan Cina pula menjadi awal temuan kegunaan ganja dengan mengambil minyaknya sebagai bahan bakar lampu. Bahkan kini dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif produk minyak bakar, karena sangat mudah dihasilkan dan tidak menimbulkan kebakaran.

Selain menghasilkan minyak, Cannabis sativa menghasilkan serat berkualitas paling baik, bahkan lebih baik dari kapas. Demikian pula kertas tanaman hemp jauh lebih baik dari pohon-pohon lain. Di AS pernah digunakan sebagai bahan dasar tali, dan dibutuhkan untuk para tentaranya pada PD II.

Berita terakhir penggunaan tanaman ganja dalam menyokong kehidupan Homo sapiens seperti diberitakan IPTEKNET pada tanggal 3 Mei 2004 adalah pemrosesan ganja oleh para pakar teknik kimia dan kimia terapan Universitas Toronto, Kanada yang dipimpin Profesor Mohini Sain, menjadi serat material biokomposit berkekuatan tinggi. Serat itu kelak dapat dibuat sebagai material struktural untuk beragam komponen, mulai dari komponen yang berat seperti komponen bodi mobil, kontruksi bangunan dan jembatan, sayap pesawat terbang, maupun peralatan ringan seperti helm (pelindung kepala), alat pacu jantung buatan, dan kantong penyimpan darah.

Diberitakan pula, kekuatan serat biokomposit yang dihasilkan tanaman ganja sama kuat, bahkan melebihi kekuatan serat baja. Keunggulan lainnya adalah lebih ringan, lebih efisien energi, bersifat renewable (dapat diperbarui kembali). Maka, di masa depan penggunaannya dalam industri skala besar akan mampu mengurangi konsumsi petrokimia maupun gangguan lingkungan hidup berupa terjadinya efek rumah kaca. Terjadinya dampak buangan sisa yang merugikan sedikit berhubungan dengan bahan campuran plastiknya yang bersifat bioplastik yang biodegradable atau mudah terurai, sehingga bahan tersebut dinyatakan green atau ramah lingkungan.

marijuana tetap saja merupakan tanaman yang kontroversial di samping kegunaannya yang menguntungkan masyarakat, yaitu sampai saat ini banyak yang menggunakannya sebagai alat senang-senang alias fly. Bahkan di Amerika diperkirakan 30 juta penduduknya mengisap marijuana, demikian pula di Indonesia dengan semakin banyak berita yang memuat kasus narkotika.

Inggris melarang keras penggunaan Cannabis sativa yang di sana terkenal dengan sebutan herbal medicine at it most controversial, walaupun jelas-jelas digunakan untuk menghilangkan rasa sakit para penderita penyakit kronik dan sklerosis. Dan tentu saja mengundang kemarahan para dokter dalam perkumpulan House of Lords Select Committee on Science and Technology yang telah menetapkan cannabis sebagai obat spesifik yang diberikan di bawah pengawasan dan treatment.

Menurut para dokter di perkumpulan itu, pemerintah Inggris hanya melihat sisi buruk cannabis sebagai obat fly pemuda-pemudi Inggris, dan disayangkan pemerintah tidak mengetahui sifat theurapetical (pengobatan) dalam dunia kedokteran. Keadaan ini jauh berbeda dengan negara Swiss dan Belanda yang secara terang-terangan mengizinkan penggunaan tanaman cannabis, entah untuk keperluan medis atau untuk fly.

Virus ”Herpes”

Pada akhir pertengahan abad ke-19, ekstrak marijuana merupakan obat kedua yang direkomendasikan untuk dunia kedokteran. Adapun bagian-bagian dari tanaman cannabis memiliki sifat yang berbeda. Seperti bahan aktif kimia dengan konsentrasi tinggi dikandung bunga betina, sedangkan bagian daunnya hanya mengandung sedikit bahan aktif kimia dan tidak terdapat bahan aktif kimia pada bagian biji. Dan karenanya semua yang berkepentingan pada ganja lebih memperhatikan keadaan bunganya daripada bagian lainnya.

Sampai saat ini sudah ditemukan berbagai macam penyajian bunga cannabis tersebut, diisap, langsung dimakan, ataupun dicampur dalam teh, atau bahkan dikeringkan yang dikenal dengan nama hashish.

Komponen bahan aktif kimia yang terkandung dalam cannabis adalah cannabinol, cannabidinol, dan tetrahydrocannabinol (THC) yang terdiri atas delta-9-THC dan delta-8-THC. Delta-9-THC diketahui dapat menghambat replikasi dari virus Herpes simplex.

Secara medis sifat-sifat cannabis adalah tonic (penguat), intoxicant (keras), stomachic, antispasmodic, analgesik (penghilang rasa sakit), sedative (penenang), dan anodyne (penenang). Biji dan daun cannabis digunakan dalam perawatan kanker dan tumor. Jamu-jamuan dari akar cannabis dapat menyembuhkan penyakit tumor dan kejang perut, selain itu juga dapat digunakan untuk penyakit antraks, asma, keracunan darah, bronkitis, luka terbakar, batuk, diare, disentri, epilepsi, demam, migren, rematik, dan masih banyak lagi penyakit yang menggunakan jasa cannabis untuk sembuh.

Sifat toksik (racun) terbesar pada tanaman cannabis terletak pada tangkai bunganya. Namun perlu diingat, bagian tanaman lainnya juga mengandung sifat toksik dan dapat mengakibatkan inkoordinasi otot, pusing-pusing, susah konsentrasi, kebingungan, susah berjalan, mulut kering, dysphagia, dysarthria, penglihatan kabur, dan muntah-muntah. Bahkan mengonsumsi ganja dalam dosis tinggi menginduksi koma dan kematian akibat gagal jantung.

Di Indonesia, tanaman ganja banyak tumbuh di Aceh yang notabene merupakan rahasia dapur masak bagi ibu rumah tangganya, sehingga dihasilkan makanan yang sedapnya bukan main.

Bagaimanapun juga, dengan tetap berpegang pada prinsip penggunaan ganja atau apa pun yang terlalu atau berlebihan dapat merugikan dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan, seperti yang menjadi semboyan semua orang di AS dari berbagai lapisan mengenai ganja, yaitu ”Toxic only if large quantities eaten (beracun jika dimakan berlebihan)!”***PR-Kamis, 21 April 2005

Sri Nurilla Fazari,
Mahasiswa Biologi ITB.

Comments (4)

Do animals have personalities?

Hihiiiy pertama baca pertanyaan di atas, pasti kita tersenyum….what a silly question hah…

Well. memang sesuatu yang menarik dan menggelitik mendengarnya kan?..hehe..

Tapi, percaya tidak percaya, YA, hewan punya kepribadian! Yang paling mudah diamati adalah anjing. Banyak orang yang memelihara anjing, dan dari sini pun kita mudah untuk mengobservasi tingkah polah para famili Canidae ini. Jelas para pemilik anjing sudah banyak mengetahui karakter anjing mereka. -duduuuh maaf niy sebelumnya, aku bukan penggemar pet macam apapun, anjing, kucing, dsb…jadi aku tuliskan yang aku tahu saja ya….-… Pernah aku chit chat dengan seorang teman pecinta anjing, dan dia menjabarkan beberapa hal yang bikin aku tersenyum dan juga mengernyitkan dahi mendengar cerita dia tentang anjing. Salah satunya adalah jika anjing mengibas-ngibaskan ekornya artinya dia lagi seneng…hehe…kadang ga notice ya.. Kemudian, yang paling bikin aku ketawa adalah seekor anjing dapat melakukan mating (baca: kawin) dengan ibunya atau bahkan neneknya sendiri…(ya itulah yang membedakan hewan dan manusia ya..)…makanya ada kata “MOTHERF***ER”…

Contoh lain adalah anjing miniature pinscher, dengan badan yang kecil, dia pede loh untuk ikut maju ketika anjing-anjing besar lain sedang berantem. Ck ck..

miniature pinscher dog

Terus ada juga anjing mixed Labrador yang manja sama pemiliknya, kerjaannya selalu gelendotan di kaki pemiliknya.

Okay, suatu karakter hewan, dalam hal ini anjing, mudah sekali diobservasi, dan para pemiliknya lah yang paling paham akan kepribadian anjing-anjing itu.

mixed breed Labrador

Tapi, apa kata scientists tentang hal ini? Mungkinkah hewan-hewan hanya memiliki satu kepribadian saja, unique kah, dynamic kah, enduring kah?.. Atau mereka juga bisa memiliki gabungan dari karakter-karakter tersebut?..

Dasar bekerja seorang ilmuwan tertera dalam mata kuliah METODOLOGI PENELITIAN, dimana ketika dia akan mengambil kesimpulan, dia harus melakukan observasi terlebih dahulu. Definisi “personality” itu sendiri kan sulit untuk digamblangkan, pengertiannya sangat luas, mencakup dari yang general sampai presisi.

Niy ada artikel menarik yang aku ambil dari internet, tentang satu cara yang dilakukan oleh para ilmuwan untuk mempelajari konsep kepribadian secara empiris..dari sini diketahui bahwa hewan pun kadang bisa mirip manusia…hehe…baca dey…lucu dan menarik:

Some veterinarians not only think animals have personalities, but they can even suffer from depression or separation anxiety when they are left at home alone all day. Studies estimate that more than 10 million dogs in the US suffer from separation anxiety.

In 2007, FDA approved a chewable antidepressant for dogs developed by Ely Lily, the company that makes Prozac. Reconcile, the dog friendly antidepressant, even has a beef flavour. Combined with therapy, the drug succesfully treated a little more than 70 percent of depressed dogs.

Experts also say parrots suffer depression when they are left home alone. Romain Pizzi, a specialist in animal medicine, notes that parrots will actually harm themselves during bouts of depression and that liquid Prozac has helped to stop that behavior.

Bonus image:..enjoy…

dibilang pug karena hidungnya yang pesek, asli dari benua Asia

beagle, sangat mengandalkan hidungnya buat hunting

bulldog, mukanya itu loh…hihiiy

chihuahua, anjingnya para seleb niy, Reese Witherspoon di Legally Blonde, Paris Hilton, anjingnya kecil, lucu, dan tipe good watchdog

Comments (3)